Infoseputar.com. Kita semua tahu bahwa Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian. Statuta Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 67 tahun 2013 mengemukakan bahwa UGM mempunyai visi sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila. Sebagaimana Pasal 2, Ayat 1 dan 2, Visi UGM tersebut dilaksanakan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas UGM tidak hanya melaksanakan pendidikan bagi mahasiswanya, tetapi juga melaksanakan riset dan mengembangkan inovasi, serta pelestarian dan pengembangan ilmu yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lalu bagaimana dengan Perguruan Tinggi lainnya ?, tentu saja jawaban aklamasi, barangkali kita sudah menjalankan melalui program Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). KKN-PPM merupakan mata kuliah wajib universitas yang bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa yang mempunyai mampu menganalisis permasalahan dan potensi dalam masyarakat, mempunyai empati dan kepedulian terhadap segala bentuk permasalahan dalam masyarakat, serta berkemampuan menerapkan IPTEKS secara teamwork dan interdisiplin, menanamkan nilai-nilai kepribadian (nasionalisme dan jiwa Pancasila, etos kerja yang ulet, tanggung jawab, mandiri,  jiwa kepemimpinan, jiwa kewirausahaan dan jiwa peneliti).

Kemudian bagaimana implementasi pada bidang-bidang tertentu yang saat ini merupakan kata kunci, Kerjasama dan Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat, katakan tentang Pengembangan model Teknologi Terpadu Pemerintahan Desa, misalnya. Beberapa Perguruan Tinggi mungkin sudah menjalankan pemodelan (modelling) namun dukungan itu belumlah maksimal padahal Anggaran Pemerintah Pusat cukup besar.

Baca juga :

Infoseputar Kementrian Dengan Anggaran Tertinggi APBN

Belum lagi Anggaran Daerah, jadi alangkah prihatin jika kita mendengar ada 180 desa di Purbalingga belum punya website (Radar Banyumas tanggal 27 Oktober 2017), Jumlah desa di Kabupaten Purbalingga yang sudah membuat website desa masih minim. Berdasarkan data di Dinas Komunikasi dan Informatika, dari 224 desa, baru 44 desa yang sudah membuat website desa dengan domain desa.id.

Selanjutnya sebagaimana ditulis Radar Banyumas, Kepala Bidang Informatika Dinkominfo Kabupaten Purbalingga Sigit Dwi Pramono mengatakan, sejak website desa.id digalakkan pada tahun 2013, baru 44 desa yang sudah membuat website desa.id. Hal itu sangat disayangkan, karena sebenarnya desa mendapatkan kemudahan dari Dinkominfo untuk membuat website desa.
Dia menjelaskan, website desa.id sangat penting karena dengan makin banyaknya desa yang membangun website desa.id, diharapkan dapat mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). “Website desa.id diharapkan dapat menjadi literasi kepada masyarakat serta tranparansi dan akuntabilitas desa kepada warganya,” ujarnya.

Melihat fenomena  ini lantas bagaimana peranan Perguruan Tinggi di daerahnya masing-masing sebagaimana pernyataan “Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi“, Katakan di Kabupaten Banyumas (Purwokerto) ada Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, lebih dari 5 STMIK di Purwokerto belum lagi Kabupaten/ Kota lainnya. Memang tidak kita pungkiri bahwa Perguruan Tinggi tersebut banyak prestasi yang diraihnya pada beberapa tahun terakhir, atau Informasi Pengabdian Masyarakat tersebut tidaklah dapat kita akses melalui media yang ada seperti website. Beberapa Perguruan Tinggi telah mempunyai kanal (saluran) pada website tentang Pengabdian Masyarakat tetapi masih kosong, bahkan ada yang tidak menyediakan kanal sama sekali, dan lebih parah lagi website Perguruan Tinggi bidang Teknologi Informasi tetapi websitenya tidak dikelola secara profesional.

Kembali ke pokok bahasan melihat beberapa keprihatinan kita, sudah saatnya peranan kemitraan dengan berbagai pihak perlu direalisasikan sedini mungkin, kalau tidak jelas arah pemerintah, mari kita dari Perguruan Tinggi bekerjasama dengan masyarakat  (termasuk komunitas) bahu membahu minimal di daerah masing-masing terlibat pada terealisasinya kemajuan bangsa ini.