BEIJING- Zhou Yahui, 39, dan Li Qiong, 38, menjadi headline media-media Tiongkok. Bukan karena keromantisan keduanya. Tapi justru karena berita perceraian Zhou dan Li. Keduanya memutuskan berpisah dan membagi harta kekayaan yang mereka miliki. Dalam kesepakatan perceraian, Li mendapatkan saham senilai 7,35 miliar yuan atau setara dengan Rp 14,5 triliun.
Besaran pembagian harta gono gini inilah yang kini menjadi pembicaraan publik Tiongkok. Mereka menyebutnya sebagai salah satu perceraian termahal dalam sejarah Tiongkok. Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan pasangan ini berpisah. Zhou dan Li dulu memang dikenal sebagai pasangan suami istri yang kaya raya. Awal tahun ini Hurun Report menempatkan mereka pada posisi ke sebelas sebagai miliarder atas usaha sendiri yang berusia dibawah 40 tahun. Zhou adalah pemilik dari perusahaan game online Kunlun Tech. Dia baru saja membeli aplikasi kencan gay Grindr. Harta kekayaan Zhou mencapai USD 3,5 miliar atau setara dengan Rp 46,19 triliun. Pengadilan Beijing mengungkapkan bahwa Zhou akan menyerahkan saham Kunlun ke Li sebesar 278 juta. Rabu (14/9) lalu, harga saham Kunlun ditutup dengan harga 26,44 yuan (Rp 52,2 ribu) per lembarnya. Jika dikalikan, artinya Li bakal mendapatkan saham sebesar Rp 14,5 triliun tadi. Zhou tetap menjadi pemegang saham terbesar di Kunlun. Sebab dia masih memiliki 386 juta saham atau 34,5 persen. “Ini bisa menjadi kasus perceraian paling mahal di negara ini. Nilai transfer ekuitas mencapai 7 miliar yuan yang artinya perusahaan dibagi dua oleh pasangan ini,” tulis Shanghai Securities News. Zhou dan Li bukan satu-satunya pasangan yang perceraiannya menjadi pembicaraan khalayak ramai. Taipan minyak Harold Hamm tahun lalu harus membayar USD 975 juta (Rp 12,9 triliun) ke mantan istrinya. Sedangkan taipan Rusia Dmitry Rybolovlev membayar USD 600 juta (Rp 7,9 triliun) pada mantan istrinya. Mantan istri bos F1 Bernie Ecclestone yaitu Slavica menerima harta gono gini sebesar USD 1,2 miliar (Rp 15,8 triliun) pada saat bercerai tahun 2008 la