Masyarakat Gemar Belanja Online, Tapi Tak Semua Punya Rekening Bank

Pilihan pembayaran dalam situs belanja online atau e-commerce kian beragam, namun demikian ada tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce di Indonesia karena masih ada beberapa masyarakat yang tidak memiliki rekening bank.

Hal tersebut membuat pelaku e-commerce di Indonesia harus memutar otak guna memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran.

Tantangan lainnya adalah tidak semua pengguna memiliki rekening bank, serta kartu kredit dan debit.

“Dengan luasnya wilayah geografi di Indonesia, masih banyak pengguna di daerah terpencil yang belum memiliki kartu kredit dan debit sebagai sarana pembayaran belanja online,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Shopee Chris Feng saat berbincang dengan Kompas.com di Kantor Shopee, Wisma 77, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Feng mengatakan, dengan itu pihaknya harus mencari rekanan atau partner yang bisa menyediakan sarana pembayaran tanpa harua menggunakan kartu kredit maupun debit.

“Kami berkolaborasi dengan Indomaret sebagai salah satu alternatif metode pembayaran, dimana pengguna dapat membayarkan transaksi mereka di gerai Indomaret yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Feng, pihaknya juga terus mengembangkan salah satu metode pembayaran masa depan ialah dompet elektronik.

Menurutnya, saat ini Shopee memiliki fitur dompet elektronik, ShopeePay, yang digunakan untuk transaksi non-tunai. Feng menegaskan, popularitas dompet elektronik sedang meningkat karena kenyamanan penggunaan yang ditawarkan.

“Kami melihat dompet elektronik sebagai peluang yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut di masa depan,” jelasnya.

Sementara dari aspek perizianan, Feng belum menjelaskan lebih lanjut terkait proses perizinan dompet elektronik tersebut.

“Untuk saat ini kami belum dapat memberikan komentar mengenai hal ini,” pungkasnya.

Pada semester I 2017, perusahaan e-commerce Shopee membukukan transaksi (gross merchandise value) senilai 3 miliar dollar AS.

Perusahaan yang bermarkas di kawasan Sience Park Singapura ini pun menargetkan pertumbuhan bisnis hingga mencapai angka dua digit sampai akhir tahun 2017. Kompas-PRAMDIA ARHANDO JULIANTO

About Author:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *